Bandar Lampung, (dinamik.id)-Krisis etika publik kembali mencuat di tubuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, menyusul sikap tak terpuji legislator dari Fraksi PDIP Andy Roby yang mengempiskan keempat ban mobil milik mahasiswi Universitas Bandar Lampung (UBL), pada 19 Januari 2026.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBL, Alfin Sanjaya mengkritik keras sikap oknum anggota DPRD Lampung Andy Roby.
Alfin menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindakan iseng. Tetapi cerminan dari krisis etika publik yang melanda wakil rakyat. Hal ini merupakan fenomena serius yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wakil rakyat yang sejatinya diamanahkan untuk menyuarakan kepentingan publik justru kerap menampilkan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, etika politik, dan prinsip integritas,” ujar Alfin saat dimintai tanggapan, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, praktik penyalahgunaan kekuasaan, konflik kepentingan, korupsi, serta sikap abai terhadap aspirasi rakyat menjadi indikasi nyata bahwa etika publik belum sepenuhnya menjadi landasan dalam menjalankan fungsi perwakilan.
Peristiwa yang melibatkan anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut semakin mempertegas terjadinya krisis etika dan moral politik yang terjadi di lingkaran para politisi dan wakil rakyat.
Lebih lanjut, Alfin menegaskan bahwa publik sudah cukup bosan dengan tingkah laku Hedon, dan pernyataan wakil rakyat yang tidak subtansial.
“Sudah seharusnya publik disadarkan dengan pembahasan-pembahasan yang subtansial. Namun yang dilakukan AR ini cukup jauh dari ide- ide. Jangan kan membahas persoalan rakyat yang menggunung, malah mengurusi urusan yang sangat sepele dan seperti anak anak tersebut,” tegasnya.
Atas peristiwa ini, BEM UBL menilai dibutuhkannya penegakkan etik terhadap anggota DPRD yang objektif, tegas dan transparan serta memberikan sanksi tegas sesuai pelanggaran.
Selain itu, BEM UBL mendorong perlindungan dan penghormatan terhadap peran mahasiswa.
Alfin juga menekankan pentingnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap etika dan mekanisme pelayanan publik di lingkungan DPRD Lampung serta mendesak partai politik untuk mengambil langkah tegas.
“Mendesak pimpinan partai bersikap profesional dan tegas dalam mengambil tindakan,” pungkasnya.
Namun sayang, wartawan belum dapat mengonfirmasi Andy Roby ihwal tindakannya. Di temui di ruangan fraksi tidak ada dan konfirmasi melalui telepon serta WhatsApp tak mendapat respon. (Amd)

Penulis : Mufid
Editor : Eka Setiawan











