Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kisruh yang dikabarkan terjadi antara Plt Bupati Lampung Tengah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah belakangan menjadi perhatian publik. Polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial itu dinilai jangan sampai mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sorotan terhadap dinamika internal tersebut datang dari tokoh Lampung Tengah sekaligus anggota DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya. Ia mengaku menyayangkan apabila benar terjadi ketidakharmonisan di jajaran pimpinan daerah, terlebih keduanya merupakan figur yang mengemban amanah besar untuk memimpin dan melayani masyarakat.
Menurutnya, sebagai pemimpin daerah, setiap pejabat diberikan kewenangan dan kepercayaan untuk bekerja demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam persoalan internal yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya cukup menyayangkan karena yang paling penting saat ini bagaimana pemerintah hadir dan bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai persoalan internal justru menjadi konsumsi publik dan mengganggu pelayanan,” ujarnya.
I Made mengaku mengikuti perkembangan yang beredar di media sosial terkait dinamika tersebut. Menurut dia, masyarakat saat ini sangat peka terhadap berbagai isu pemerintahan, apalagi ketika di saat bersamaan masih banyak persoalan yang menjadi perhatian warga.
Ia menilai, masyarakat Lampung Tengah saat ini lebih membutuhkan kerja nyata para pemimpinnya. Persoalan infrastruktur, pembangunan, hingga keluhan masyarakat terkait jalan rusak menjadi isu yang banyak disorot publik.
“Hampir setiap hari masyarakat menyampaikan keluhan di media sosial. Soal jalan rusak, pelayanan, dan berbagai persoalan lain. Karena itu masyarakat tentu berharap pemimpinnya kompak dan fokus bekerja,” katanya.
Kabupaten Lampung Tengah yang dikenal sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Lampung, menurut I Made, seharusnya dipimpin dengan sinergi yang kuat antarpemangku kebijakan.
Ia pun meminta seluruh pihak untuk mengesampingkan ego pribadi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
“Kalau ada persoalan, duduk bersama dan selesaikan dengan baik. Kecilkan ego masing-masing demi kepentingan rakyat Lampung Tengah,” tegasnya.
Bahkan, ia menyatakan kesiapannya apabila diperlukan untuk membantu memfasilitasi komunikasi antar pihak agar tercipta kesepahaman dan suasana pemerintahan yang kondusif.
Menurutnya, masyarakat Lampung Tengah membutuhkan pemerintahan yang solid agar program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan maksimal.
“Semua harus kembali pada tujuan utama, yaitu melayani masyarakat Lampung Tengah,” pungkasnya. (Amd)
[18/5 15.35] Bang Mufid Klasika: Kisruh Plt Bupati dan Sekda Lampung Tengah Jadi Sorotan, I Made Suarjaya: Rakyat Butuh Kekompakan
Bandar Lampung, (dinamik.id) — Kisruh yang dikabarkan terjadi antara Plt Bupati Lampung Tengah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah belakangan menjadi perhatian publik. Polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial itu dinilai jangan sampai mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sorotan terhadap dinamika internal tersebut datang dari tokoh Lampung Tengah sekaligus anggota DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya. Ia mengaku menyayangkan apabila benar terjadi ketidakharmonisan di jajaran pimpinan daerah, terlebih keduanya merupakan figur yang mengemban amanah besar untuk memimpin dan melayani masyarakat.
Menurutnya, sebagai pemimpin daerah, setiap pejabat diberikan kewenangan dan kepercayaan untuk bekerja demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam persoalan internal yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya cukup menyayangkan karena yang paling penting saat ini bagaimana pemerintah hadir dan bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai persoalan internal justru menjadi konsumsi publik dan mengganggu pelayanan,” ujarnya.
I Made mengaku mengikuti perkembangan yang beredar di media sosial terkait dinamika tersebut. Menurut dia, masyarakat saat ini sangat peka terhadap berbagai isu pemerintahan, apalagi ketika di saat bersamaan masih banyak persoalan yang menjadi perhatian warga.
Ia menilai, masyarakat Lampung Tengah saat ini lebih membutuhkan kerja nyata para pemimpinnya. Persoalan infrastruktur, pembangunan, hingga keluhan masyarakat terkait jalan rusak menjadi isu yang banyak disorot publik.
“Hampir setiap hari masyarakat menyampaikan keluhan di media sosial. Soal jalan rusak, pelayanan, dan berbagai persoalan lain. Karena itu masyarakat tentu berharap pemimpinnya kompak dan fokus bekerja,” katanya.
Kabupaten Lampung Tengah yang dikenal sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Lampung, menurut I Made, seharusnya dipimpin dengan sinergi yang kuat antarpemangku kebijakan.
Ia pun meminta seluruh pihak untuk mengesampingkan ego pribadi dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
“Kalau ada persoalan, duduk bersama dan selesaikan dengan baik. Kecilkan ego masing-masing demi kepentingan rakyat Lampung Tengah,” tegasnya.
Bahkan, ia menyatakan kesiapannya apabila diperlukan untuk membantu memfasilitasi komunikasi antar pihak agar tercipta kesepahaman dan suasana pemerintahan yang kondusif.
Menurutnya, masyarakat Lampung Tengah membutuhkan pemerintahan yang solid agar program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan maksimal.
“Semua harus kembali pada tujuan utama, yaitu melayani masyarakat Lampung Tengah,” pungkasnya. (*)










