36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para tokoh dan pentolan aktivis HUMANIKA Lampung foto bersama dengan salah satu pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

i

Para tokoh dan pentolan aktivis HUMANIKA Lampung foto bersama dengan salah satu pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

JAKARTA (dinamik.id)—Tiga puluh enam tahun telah berlalu sejak Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) menjadi ruang bertemunya gagasan, kepedulian dan semangat perjuangan. Waktu membawa para aktivisnya ke berbagai daerah, profesi dan ruang pengabdian. Namun, jarak tidak serta-merta memutus ikatan yang pernah tumbuh.

Justru setelah melewati perjalanan panjang itu, semangat untuk kembali bertemu terasa semakin kuat.
Suasana tersebut terlihat dalam pertemuan sejumlah pengurus dan aktivis HUMANIKA Lampung dengan salah satu pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam. Pertemuan menjadi bagian dari rangkaian persiapan Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun HUMANIKA yang akan digelar Jumat (18/9/2026) malam di Jakarta.

Rombongan dipimpin senior pengurus HUMANIKA, Ahmad Jahri. Pertemuan berlangsung hangat, bukan hanya membicarakan persiapan reuni, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka kembali lembaran perjalanan HUMANIKA dan mempertemukan ingatan tentang masa ketika para aktivis bergerak dalam satu semangat.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Gelontorkan Bantuan di Kecamatan Tanjung Raya, Berikut Rinciannya!

Reuni 36 Tahun HUMANIKA akan dihadiri pengurus dan aktivis dari berbagai provinsi serta sejumlah tokoh nasional. Pertemuan lintas generasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali jejaring yang selama ini tetap terhubung meski para aktivis telah menjalani jalan kehidupan masing-masing.

Bagi HUMANIKA, 36 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan yang menyimpan cerita tentang persahabatan, dinamika organisasi, gagasan dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan.

Pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, mengatakan perjalanan panjang tersebut seharusnya menjadi energi untuk menjaga nilai-nilai yang sejak awal menjadi fondasi HUMANIKA.

“HUMANIKA lahir dari semangat kemanusiaan, keadilan dan solidaritas. Setelah 36 tahun, jangan hanya melihatnya sebagai perjalanan masa lalu. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai itu tetap hidup dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Bursah.

Baca Juga :  DP Nilai Uji Materi UU Pers Perjelas Perlindungan Hukum Wartawan

Menurut Bursah, perjalanan waktu telah membuat para aktivis HUMANIKA menempuh berbagai jalan pengabdian.

“Para aktivis boleh berpencar, berada di daerah dan profesi yang berbeda. Tetapi kita tetap memiliki akar yang sama. Silaturahmi penting untuk menjaga persaudaraan dan membuka ruang bagi hal-hal baik yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Ahmad Jahri, senior pengurus HUMANIKA sekaligus pimpinan rombongan, mengatakan pertemuan dengan Bursah Zarnubi menjadi bagian dari ikhtiar menyatukan kembali keluarga besar HUMANIKA.

“Reuni ini bukan sekadar nostalgia. Ini kesempatan untuk mempertemukan kembali para aktivis yang selama ini berpencar, menyambung komunikasi dan memperkuat persaudaraan. Kita ingin 36 tahun HUMANIKA menjadi momentum untuk melihat ke depan,” ujar Ahmad Jahri.

Ia mengatakan Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun HUMANIKA mengusung tema “Solidaritas, Sinergi, Kolaborasi” dengan tagline #AktivisSepanjangMasa.

“Solidaritas adalah fondasi yang menyatukan kita. Sinergi membuat kita mampu bergerak bersama, sedangkan kolaborasi membuka ruang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih luas dan bermanfaat. Itulah semangat yang ingin kita bawa,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Mesuji Beserta Jajaran, Takziah Rumah Duka Korban, Pembunuhan, di Desa Muara Tenang

Reuni 36 Tahun HUMANIKA akan berlangsung Jumat malam (18/9/2026) di Jakarta. Pengurus dan aktivis dari berbagai provinsi dijadwalkan hadir bersama sejumlah tokoh nasional.

Pertemuan itu diharapkan menjadi lebih dari sekadar perayaan usia organisasi. Ia menjadi ruang untuk mempertemukan kembali orang-orang yang pernah berjalan dalam satu barisan, merawat persahabatan yang melampaui jarak dan waktu, sekaligus membuka ruang bagi sinergi lintas generasi.

Sebab, aktivisme tidak selalu berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang organisasi. Nilai-nilai yang pernah diperjuangkan dapat terus dibawa dalam perjalanan hidup, dalam profesi, maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

Tiga puluh enam tahun telah berlalu. Para aktivis mungkin berpencar, tetapi solidaritas tetap menyala.

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset
PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker
14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:50 WIB

Komisi III Perkuat Pengawasan APH Cegah Penyalahgunaan Kewenangan RUU Perampasan Aset

Jumat, 18 September 2026 - 14:29 WIB

36 Tahun HUMANIKA: Aktivis Berpencar, Solidaritas Tetap Menyala

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Berita Terbaru