Warga Desa Sumber Rejo Way Serdang Meradang, Terkait Dibongkarnya Gorong Gorong Oleh Pihak Perusahaan

Minggu, 13 Agustus 2023 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI (Dinamik.Id) — Masyarakat Desa Sumber Rejo, Kecamatan Way Serdang meradang oleh aksi semena-mena perusahaan PT Pematang Agri Lestari (PAL). Pasalnya, jalan desa dan gorong-gorong yang dibangun melalui dana desa (DD) tahun anggaran 2022 itu dibangun dan dipasang oleh masyarakat secara bergotong-royong, lalu tanpa ada pemberitahuan dan komunikasi dibongkar oleh pihak perusahaan tanpa alasan yang jelas.

Hal itu memicu kemarahan warga yang merasa terusik dengan ulah perusahaan yang arogan. Sebab, jalan itu merupakan salah satu akses masyarakat beberapa desa di Kecamatan Way Serdang tidak hanya warga Desa Sumber Rejo untuk menuju ke ladang dan mencari pakan ternak.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu perangkat Desa Sumber Rejo yakni Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Karim mengungkapkan, bahwa tindakan perusahaan itu dilakukan pada hari senin tanggal 7 agustus 2023 kemarin, dan pihaknya sangat menyayangkan apa yang dilakukan pihak perusahaan PT PAL membongkar gorong-gorong yang di beli oleh dana desa dan dipasang oleh masyarakat melalui gotong-royong.

Baca Juga :  LBH DLN Desak Pemerintah Daerah Lampung Menyusun Aturan Turunan UU TPKS

“Disaat itulah masyarakat geram begitu mengetahui pembongkaran tersebut ternyata pihak perusahaan tidak ada yang ke desa untuk bermediasi ataupun meminta izin. Kami sebagai masyarakat jujur aja sangat kecewa atas tindakan perusahaan yang semena-mena merusak atau membongkar bangunan tersebut,” ungkap Karim Minggu (14/08/2023).

Senada dengan Karim, Ketua RW 02 Desa Sumber Rejo Agus mengulas sejarah adanya jalan tersebut sudah sejak zaman transmigrasi. Artinya, jalan itu sudah ada jauh sebelum perusahaan itu ada, memang jalan itu sempat lama tidak digunakan oleh masyarakat karena kondisinya rusak. Begitu baiknya pemerintah desa, demi memikirkan masyarakat makanya jalan yang sudah mati itu di hidupkan kembali oleh Kepala Desa supaya memudahkan akses masyarakatnya yang hendak pergi ke kebun untuk memanen hasil karetnya tidak kesulitan

“Apa alasan perusahaan membongkar jalan itu tanpa seizin Pemerintah Desa? Seharusnya justru mereka itu ikut mendukung pembangunan di desa kami, terlebih kami ini merupakan Desa penyangga mereka (Perusahaan.Red). Ini malah sebaliknya, merusak dan bisa dikategorikan sebagai tindakan menghapuskan aset desa, karena jalan dan gorong-gorong itu dibangun dengan menggunakan dana desa,” timpal Agus.

Baca Juga :  Berkas Lengkap, Muscab Tinggal Aklamasikan Isfansa Mahani Pimpin BPC HIPMI Bandar Lampung

Sementara Kepala Desa Sumber Rejo Maulana Hasanuddin menambahkan, akibat ulah sewenang-wenang perusahaan itu, memantik emosi masyarakat yang hampir bertindak anarkis. Beruntung situasi dapat diredam oleh Pemerintah Desa, dengan berkoordinasi ke pihak berwajib yakni Polres Mesuji, sehingga tidak terjadi keributan, pihak Polres juga sudah turun ke lokasi bersama aparatur desa setempat untuk melihat kondisi jalan dan gorong-gorong yang dibongkar Perusahaan.

“Saya bersyukur, warga bisa diredam dan di arahkan untuk tetap menjaga Kamtibmas. Tidak sampai hal seperti ini terjadi keributan, dan Alhamdulillah masyarakat saya patuh dengan apa yang menjadi perintah saya. Ya sudah kita biarkan aja dulu yang di bongkar itu, nanti jika pihak perusahaan tidak mengubungi kita dan membiarkan bangunan tersebut maka mari kita gotong-royong bangun kembali. Akan tetapi, kalau perusahaan tetap seperti ini terus maka jangan salahkan masyarakat jika nanti emosinya tidak terbendung lagi, apalagi lahan perkebunan mereka (perusahaan.Red) juga ada di wilayah desa kami,” tegas Kades.

Baca Juga :  Kolaborasi TP. PKK dan BNNP Lampung, Perkuat Peran Keluarga dalam Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Mirisnya lagi lanjut Maulana, selama ini pihak perusahaan tidak pernah menyalurkan corporate social responsibility (CSR) nya ke desa kami sebagai desa penyangga. Padahal, sudah jelas dalam aturan undang-undang bahwasanya wajib hukumnya perusahaan memberikan CSR untuk desa sekitarnya.

“Sebenarnya hubungan kami dengan perusahaan baik-baik saja tapi tidak tau kenapa ini dilakukan oleh perusahaan. Kami undangpun kebalai desa sudah dua kali tidak hadir. Saya telpon berulang kali, humas perusahaan tidak mau merespon. kalau memang mau seperti itu ya monggo? Berarti mereka tidak ada itikad baik bersinergi dengan desa,” terangnya (MORE)

Berita Terkait

Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar
PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas
CV Salim Jaya Konstruksi Jadi Rekanan Tetap Dinas PUPR Pringsewu Walau Kerap Mendapat Temuan BPK
Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda
Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026
Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator
Kolaborasi Pemkab Mesuji dan Polres Mesuji Tangani ODGJ di Kecamatan Rawajitu Utara
Akademisi Unila: Penghalangan Pers Berpotensi Hambat Komunikasi Publik

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

PWI se Lampung Tegaskan Komitmen Sukseskan Konferensi dan Kick Of HPN Porwanas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Aris Tama, S.H. Dukung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berantas Kampung Narkoba: Bongkar Bandar, Selamatkan Generasi Muda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Serius Kelola Zakat, Gubernur Lampung Raih Grand Baznas Award 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administator

Berita Terbaru

Bisnis

PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:52 WIB

Bisnis

PTPN I Perkuat Bisnis Energi dan Manufaktur

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:12 WIB