Pasca Disuntik Vaksin, Siswi SD di Lampung Utara Terbaring Lemah.

Minggu, 17 Desember 2023 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA (dinamik.id) – Usai disuntik vaksin DT, pada 20 November 2023 lalu, Seorang siswi dari SDN 1 Cempaka, Kabupaten Lampung Utara, mengalami kondisi memburuk.

AN Orang tua siswi, berinisial QNA, mengaku sebelumnya tidak diberitahu akan ada kegiatan suntik Vaksin di sekolah, pasca suntik tersebut menyebabkan kekhawatiran serius terkait kesehatan anak mereka lantaran kondisi saat ini semakin memburuk.

“Pihak Sekolah tidak ada pemberitahuan kepada wali murid sebelumnya, boleh atau tidaknya QNA untuk disuntik,” kata AN kepada media, Minggu (17/12/2023)

Selanjutnya, Orang tua QNA, AN, mengatakan bahwa, setelah vaksinasi anaknya mengalami gejala seperti pusing, sakit mata, dan mual mual. Dan Pada hari ketiga, kondisinya semakin parah dengan gerakan-gerakan refleks yang tidak terkontrol pada tangan kiri putrinya tersebut.

“Setelah di suntik, QNA belum waktunya pulang sekolah, sudah mengeluh pusing, matanya sakit, dan mual, kemudian diizinkan oleh guru nya pulang lebih awal sekitar pukul 10.30 Wib” cerita AN

Baca Juga :  Kwarran Pramuka Telukbetung Utara Sosialisasi KTAP-e, Ketua: Dukung Program Kwarnas

Lanjutnya, setibanya di rumah, QNA bicara pada orang tuanya AN bahwa dirinya disuntik Vaksin di sekolah, sambil menahan sakit di bagian mata, mual, demam dan kebas di tangan dan kaki.

“Demam QNA naik turun tidak stabil selama tiga hari, tetapi pada hari ketiga jari-jari tangan sebelah kiri mulai bergerak dengan sendiri. Saya tidak begitu merespon, karena saya pikir masih efek dari suntik. Semakin hari semakin parah pergelangan tangan bergerak sendiri sampai di hari senin seluruh tangan dari pundak sampai jari2 bergerak reflek.” Ujarnya

Dalam upaya mencari bantuan, keluarga mendatangi sekolah, namun pihak sekolah mengarahkan ke Puskesmas.

Setelah sejumlah pemeriksaan, QNA dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Meskipun banyak tes darah dilakukan, belum ada tindak lanjut pengobatan karena menunggu jadwal MRI.

Baca Juga :  Oknum UPTD PSAA Budi Asih Disebut Diduga Fiktifkan Pengadaan, Aswarodi: Bohong Itu, Silahkan Cek ke Lokasi!

“Jadi kami disuruh ke Puskesmas, setelah sampai di Puskesmas, QNA akan dirujuk terlebih dahulu ke RSU Handayani pada poli anak. Setelah dibawa ke RS Handayani, QNA diperiksa dan dilakukan pengecekan darah. Setelah di tangani dokter, ternyata bacakan oleh dokter ternyata QNA harus di rujuk ke RSUD Abdul muluk Bandar Lampung.” kata AN

Sementara itu masih menurut keluarga QNA, selama dirawat di RSUD Abdul Muluk banyak dilakukan tes darah, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut pengobatan lantaran menunggu jadwal MRI.

“Masalah ini sudah sampai dinas kesehatan Kabupaten Lampung Utara dan Provinsi, tapi belum ada respon dan tindakan, sedangkan kondisi anak kami semakin hari semakin lemah. Mohon bantuan nya. Agar anak kmi dapa segera d obati.” kata Maryani.

Lanjut Maryani, pada hari Rabu 13 Desember dilakukan MRI pada pukul 13.00 – 14.00. Stelah 3 hari pada tanggal 15 Desember pukul 19.00 Wib, dokter yang memegang pasien QNA ke ruangan untuk memberikan informasi hasil MRI tersebut.

Baca Juga :  Workshop Bertajuk "Meningkatkan Produktivitas dan Kemandirian Perajin"

Hasil MRI mengungkapkan bahwa syaraf sebelah kiri QNA sudah mati, dan dokter mengatakan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh vaksinasi, melainkan kebetulan.

“Berdasarkan kan penjelasan dr.Roro bahwa anak saya sakit bukan karena vaksinasi yang dilakukan di sekolah melainkan secara kebetulan saja, pada dasarnya memang akan sakit seperti ini bahwa syaraf sebelah kiri sudah ada yang mati jadi tidak dapat dihidupkan lagi.” kata Maryani menirukan konfirmasi dari Dokter.

Menurutnya, dr. Roro akan berusaha mencari jalan pengobatan. Sedangkan, menurut penjelasan dokter, kata Maryani karena bukan permasalahan KIPI jadi dinas kesehatan akan berhenti dalam pembiayaan pengobatan pasien.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak puskesmas dan sekolah serta dokter yang menangani, belum berhasil dikonfirmasi.(rsd)

Berita Terkait

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan
Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan
IMM Pringsewu Pertanyakan Kinerja ‘Melempem’ BK DPRD Jaga Muruwah Legislatif
Prof Warsito Mendaftar Calon Rektor Unila 2027-2031, Disusul Dr Budiono
Jalankan Amanah Rakyat, Anggota DPR Fraksi Golkar Aprozi Alam Salurkan KIP Madrasah se Lampung

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Senin, 7 September 2026 - 23:02 WIB

Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah

Rabu, 2 September 2026 - 16:25 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan

Berita Terbaru