BEM dan PMII IBN Akan Gelar Dialog Interaktif Bahas Keterwakilan Perempuan di Pilkada Lampung

Selasa, 17 September 2024 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Bakti Nusantara (IBN) bekerja sama dengan PMII Komisariat IBN akan menggelar dialog interaktif bertema “Kupas Ide Srikandi Pilkada Lampung”, Acara ini bertujuan untuk membahas perkembangan keterwakilan perempuan dalam politik di Lampung, Rabu, 18 September 2024.

Dialog tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Dr. Jihan Nurlela, calon wakil gubernur Lampung; Ela Siti Nuryamah, calon bupati Lampung Timur; dan Aji Pangestu, Ketua Umum PC PMII Lampung Timur.

Pilkada Lampung 2024 menjadi momentum bagi semakin banyaknya kandidat perempuan. Pada Pilkada sebelumnya, Chusnunia Chalim (Mbak Nunik) berhasil menduduki kursi wakil gubernur Lampung bersama Arinal Djunaidi. Kali ini, Dr. Jihan Nurlela, yang akrab disapa Mbak Jihan, akan maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Rahmat Mirzani Djausal. Sementara itu, Ela Siti Nuryamah, yang akrab dipanggil Mbak Ela, akan berkompetisi dalam pemilihan bupati Lampung Timur.

Baca Juga :  Kunjungan Balasan PKS ke PAN Lampung Munculkan Spekulasi Politik Jelang Pilkada 2024

Di berbagai kabupaten dan kota di Lampung, muncul juga sejumlah bakal calon kepala daerah perempuan, yang menandakan perkembangan signifikan dalam keterwakilan perempuan di dunia politik.

Baca Juga :  LDS Nilai Putusan Hakim PN soal Penundaan Pemilu Tak Wajar

Ketua BEM IBN, Wahyuni, menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik sebagai langkah maju dalam menguatkan peran perempuan. Ia berharap dialog ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk menguji ide-ide para pemimpin perempuan.

“Banyaknya kandidat perempuan adalah tanda positif dari perkembangan wacana kesetaraan gender. Melalui dialog ini, kami ingin merayakan kemajuan tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan intelektual untuk mengkritisi dan menguji visi serta gagasan para kandidat,” ujarnya.

Baca Juga :  Selain Kepemimpinan Kuat, Plt Kepala Daerah Harus Paham Kultur

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat IBN, Fahrizal Riski Muthorik, menambahkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menilai dan mengkritisi gagasan calon pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Selain aspek keterwakilan perempuan, penting bagi kita untuk menguji secara kritis visi yang ditawarkan para calon pemimpin. Forum ini hadir untuk menilai sejauh mana para ‘Srikandi’ ini siap bersaing dalam Pilkada Lampung mendatang,” tegasnya.

Acara dialog ini terbuka untuk umum dan diharapkan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. (Amd)

Berita Terkait

HUT ke-15 Partai NasDem, Lampung Gelar Agenda Olahraga dan Kemanusiaan
Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah
Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031
DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan
Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M
Antrean Panjang BBM Belum Usai, Fauzan Sibron Desak Bentuk Satgas Berantas Mafia
Al-Hikam Cup 2026 Resmi Dibuka, Munir : Jadikan Ajang Olahraga untuk Ukir Prestasi bagi Pelajar
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Andika Wibawa : Dinas Kesehatan Harus Siaga Penuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:20 WIB

HUT ke-15 Partai NasDem, Lampung Gelar Agenda Olahraga dan Kemanusiaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Ketua DPRD Lampung : Energi Muda KMHDI Dibutuhkan untuk Kemajuan Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peneliti BRIN Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah pada Pemilu Lokal 2031

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:40 WIB

DPRD Lampung dan Pemprov Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI soal Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 08:57 WIB

Tok! APBD-P 2026 Provinsi Lampung Naik Rp20,77 Miliar: Disdikbud Dipangkas Rp137,6 M, DBMBK Ditambah Rp51,14 M

Berita Terbaru