Koalisi STuEB Soroti Minimnya Tindak Lanjut, Dorong Transparansi dan Kesadaran Publik atas Dampak PLTU Batubara

Selasa, 21 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (Dinamik.id) — Koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) mengungkap hasil pendokumentasian selama sembilan tahun terkait dugaan dampak lingkungan dan sosial dari operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara di wilayah Sumatera, dalam kegiatan media briefing yang digelar pada Selasa (21/4).

Dalam pemaparannya, koalisi menyoroti berbagai temuan yang menunjukkan adanya tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU. Dampak tersebut mencakup penurunan kualitas udara, paparan debu, hingga potensi gangguan kesehatan jangka panjang.
Koalisi menyatakan bahwa laporan temuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun, hingga saat ini, tindak lanjut yang diharapkan dinilai belum terlihat secara konkret.
“Selama hampir satu dekade, berbagai temuan telah dihimpun dan disampaikan. Namun, yang menjadi perhatian adalah bagaimana proses tindak lanjutnya belum memberikan perubahan yang signifikan di lapangan,” ujar perwakilan koalisi.

Baca Juga :  Selamat, Pemkab Mesuji Terima Penghargaan Lencana Bakti Transmigrasi dari Kemendes PDT RI

Salah satu contoh kondisi di lapangan ditemukan di wilayah Aceh. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat dugaan penggunaan material dari kawasan Hutan Produksi Terbatas sebagai campuran bahan bakar dalam operasional PLTU. Selain itu, ditemukan pula praktik pembuangan limbah hasil pembakaran batubara berupa abu sisa produksi yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Di Lampung, persoalan serupa turut menjadi perhatian. Wilayah-wilayah yang berdekatan dengan PLTU, khususnya di kawasan pesisir dan permukiman warga, menghadapi kekhawatiran terkait kualitas lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Baca Juga :  Pemilu Tinggal 2 Pekan, Eva Dwiana Ajak Semua Pihak Jaga Kondusifitas dan Cegah Perpecahan

Dalam sesi diskusi, sejumlah jurnalis menekankan pentingnya mengurai akar persoalan yang menyebabkan dugaan pelanggaran terus berulang, sekaligus mempertanyakan hambatan pada level kebijakan yang berpotensi memperlambat penyelesaian.

Di tengah kondisi tersebut, penguatan peran publik dinilai menjadi elemen penting. Penyebarluasan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran, sekaligus mendorong akuntabilitas dalam pengambilan kebijakan.

Koalisi STuEB menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat, media, dan berbagai pihak menjadi kunci agar isu ini tidak berhenti pada laporan semata, melainkan berlanjut pada upaya nyata dalam perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Kian Dinamis, Umar Ahmad Ditugaskan DPP PDIP Menjadi Cawagub Lampung

koalisi Sumatera Terang untuk Energi Bersih (STuEB) terdiri dari :
1. Apel Green Aceh
2. Perkumpulan pembela lingkungan hidup (P2LH) Aceh
3. Yayasan Srikandi lestari Sumatra Utara
4. lembaga tiga beradik jambi
5. LBH Padang
6. LBH pekan baru
7. Sumsel bersih
8. hutan kita institut ( HAKI)
9. yayasan anak padi lahat
10. kanopi hijau Indonesia
11. LBH bandar Lampung
12. jaringan masyarakat peduli enargi bersih Lampung
13. yayasan konservasi way seputih (YKWS) Lampung
14. Fitra riau. (**)

Berita Terkait

Karang Taruna Tegineneng Desak Evaluasi SPPG Trimulyo Usai Dugaan Keracunan MBG
SIKAD Geruduk Kejati Lampung, Tuntut Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off
Klasika Lampung Soroti Minimnya Ruang Edukasi dalam Festival Krakatau 2026
Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Kadin Lampung Bahas Penguatan Sertifikasi Tenaga Kerja Bersama Komisioner BNSP
Warga Bangun Lagi Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pemda Wujudkan Jembatan Permanen
PAC GP Ansor Bangunrejo Gelar Diklatsar Banser, Cetak Kader Militan Berjiwa Aswaja

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:59 WIB

Karang Taruna Tegineneng Desak Evaluasi SPPG Trimulyo Usai Dugaan Keracunan MBG

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:57 WIB

SIKAD Geruduk Kejati Lampung, Tuntut Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

Klasika Lampung Soroti Minimnya Ruang Edukasi dalam Festival Krakatau 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:25 WIB

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Berita Terbaru