IWO Lampung Terima Penghargaan Anugerah Be Strong dari Universitas Lampung

Kamis, 16 Januari 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung mendapat penghargaan Anugerah Be Strong dari Universitas Lampung (Unila) kategori mitra organisasi pers. Penghargaan itu diterima langsung oleh Ketua IWO Lampung Aprohan Saputra dari Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.

Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam ajang Be Strong Festival Kebudayaan dan Cinta Tanah Air 2025, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unila pada Kamis, 16 Januari 2025, yang dihadiri oleh Pj. Gubernur Lampung, Dr. Drs. Samsudin, SH, MH, M.Pd.

Kemudian hadir pula berbagai tokoh penting yakni Direktur Sejarah dan Permuseuman Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Agus Mulyana, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Dr. Beny Bandanadjaja, anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin, tokoh budaya, jurnalis, dan pejabat universitas lainnya.

Baca Juga :  Pemkot Janji Lunasi Gaji ke 13 PNS Bandar Lampung Senin Depan

Aprohan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas penghargaan yang diterimanya.

“Ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh rekan-rekan jurnalis yang telah berjuang bersama dalam mengembangkan dunia jurnalistik di Lampung,” ujarnya.

Penghargaan yang diberikan, katanya, akan menjadi dorongan untuk terus menjaga komitmen dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mendukung perkembangan media online dan memperkuat peran jurnalis sebagai pilar demokrasi,” ucap alumni Unila ini.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dalam melestarikan budaya Lampung.

“Kebudayaan Lampung adalah salah satu kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Warisan ini mencerminkan jati diri masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kearifan lokal, dan kebersamaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadiri acara KREASI, Gubernur Arinal ajak Pelajar Buka Rekening Tabungan

Ia juga menekankan bahwa di era modern ini, budaya Lampung menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah globalisasi. Oleh karena itu, Unila terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan mempromosikan budaya lokal melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Unila memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya ini, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam kehidupan modern tanpa menghilangkan esensinya,” tambahnya.

Kegiatan yang dihelat Unila tersebut bertemakan, Acara ini dirancang sebagai upaya memperkokoh nilai budaya di tengah arus globalisasi yang semakin deras.

Di sisi lain, Pj. Gubernur Samsudin dalam sambutannya, menekankan pentingnya pelestarian budaya Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Seperti siger, tapis, dan tradisi nyeruit yang menjadi identitas kultur masyarakat Lampung.

“Lampung memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, seperti seni tradisional, adat istiadat, dan bahasa daerah. Tugas kita bersama adalah melestarikan dan memperkenalkan warisan ini kepada generasi muda agar budaya Lampung tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Rapat Pleno PWI Pusat Tunjuk Zulmansyah Sekedang Plt Ketum PWI

Pj. Gubernur juga mengapresiasi Universitas Lampung atas penyelenggaraan acara yang mengangkat tema kebudayaan dan cinta tanah air.

“Melalui acara seperti ini, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk lebih mencintai daerahnya. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan di masa mendatang,” tambahnya.

Acara tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan bertema kebudayaan, seperti pertunjukan tari tradisional Lampung, pameran seni lokal, dan seminar kebangsaan. Dengan tema menguatkan identitas bangsa melalui kebudayaan di era globalisasi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga momentum penting untuk mempromosikan nilai-nilai budaya lokal di tengah arus globalisasi. (Amd)

Berita Terkait

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan
Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB