Akademisi ITERA Sebut Pemekaran Bandar Negara Bisa Kurangi PAD Lamsel, Pariwisata Bisa Jadi Solusi

Senin, 10 Februari 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, (dinamik.id) — Tim Panitia Percepatan Pemekaran Daerah (TPPD) Kabupaten Lampung Selatan bersama Tim Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung tengah merencanakan pemekaran Kabupaten Banda Negara.

Kabupaten baru ini diproyeksikan akan mencakup kecamatan strategis seperti Natar, Jatiagung, Tanjung Bintang, Merbau Mataram, dan Tanjungsari. Dengan keberadaan Bandara Radin Inten II dan Kawasan Industri Tanjung Bintang, wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang besar.

Pemekaran ini berpotensi memunculkan tantangan, terutama bagi Lampung Selatan yang akan kehilangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kecamatan-kecamatan produktif tersebut. Hal ini dapat berdampak pada daya tarik investasi di wilayah yang ditinggalkan.

Akademisi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Surya Tri Esthi WH, ST, M.PWK, menilai bahwa rencana pemekaran ini berpotensi memunculkan masalah kompleks, karena kecamatan yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial, seperti Bandara Radin Intan, ITERA, Pusat Perindustrian Tanjung Bintang serta kawasan Kawasan Kota Baru, akan masuk ke dalam wilayah, sehingga berpotensi mengurangi PAD Lampung Selatan.

Baca Juga :  Webinar Kolaborasi Bahas Masa Depan Kondisi Pariwisata Pesisir Lampung

Ia pun menyarankan agar Lampung Selatan mengembangkan sektor pariwisata di wilayah pesisir sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Bila pemekaran terjadi, salah satu potensi terbesar Lampung Selatan untuk menggerakkan sektor ekonominya adalah dengan mengembangkan wilayah pesisirnya. Panjangnya garis pantai di Kabupaten Lampung Selatan serta potensi ekonomi kelautannya berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi melalui sektor perikanan dan pariwisata,” ujar Surya, Senin (10/02/2025)

Selain itu, menurutnya, pesisir Lampung Selatan juga memiliki potensi untuk pengembangan sektor industri kelautan dan pengolahan hasil laut yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Potensi Pariwisata dan Peluang Investasi

Surya yang juga anggota Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) menyampaikan, dalam konteks nasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Lampung Selatan merupakan pintu masuk utama ke Pulau Sumatera dan memiliki Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti kawasan Gunung Krakatau dan sekitarnya.

Baca Juga :  Bergerak Bersama, Kabupaten Mesuji Terima Penghargaan Juara Pertama Anjungan Terbaik PRL 2023

Dengan potensi tersebut, sektor pariwisata dinilai mampu meningkatkan perekonomian daerah, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan PAD melalui sektor pariwisata dan industri berbasis kelautan.

Salah satu peluang investasi terbesar di wilayah ini adalah rencana pembangunan dan pengembangan Bakauheni Harbour City. Proyek ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang menghubungkan kawasan pelabuhan, transportasi, dan pengembangan kawasan komersial serta pariwisata,

“Dengan posisi strategisnya, proyek ini dapat menarik minat investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di sektor infrastruktur, perhotelan, perdagangan, hingga industri kreatif,” tambah Surya.

Selain itu, pesisir Lampung Selatan juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang telah berkembang, seperti seperti Pantai Bakauheni, Pantai Rio By The Beach, dan Pantai Minang Rua. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini bisa menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan investor, serta berkontribusi dalam meningkatkan PAD.

Surya juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kelautan. Pengembangan ini harus memanfaatkan potensi alam dan budaya yang ada tanpa merusak ekosistem, serta mendorong pengelolaan yang ramah lingkungan.

Baca Juga :  Strategi Siap Tes CPPPK, UIN Raden Intan Lampung Berikan Pembekalan untuk Pegawai Non-ASN

Dengan begitu akan menciptakan multiplayer effect yang sangat besar, dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya seperti transportasi, perdagangan, dan jasa.

“Investasi pariwisata ini tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal, memperkuat ekonomi regional, dan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan Lampung Selatan pasca rencana pemekaran terealisasi,” jelasnya.

Langkah Stategis Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Surya menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis untuk mendukung investasi di sektor pariwisata. Menurutnya, pemda harus fokus meningkatkan investasi di sektor pariwisata sebagai upaya strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi dan meningkatkan PAD jika pemekaran Bandar Negara terealisasi.

“Pemerintah Lampung Selatan harus fokus pada kebijakan tata ruang dan regulasi yang mendukung investasi di sektor ini. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, pariwisata tidak hanya mendongkrak ekonomi daerah tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tutupnya. (Amd)

Berita Terkait

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR
Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker
14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:28 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Korporasi di Lampung

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PU Paparkan Skenario Penambahan Sekolah Rakyat 2027 ke DPR

Kamis, 10 September 2026 - 12:40 WIB

Karhutla Jadi Persoalan Tahunan, LBH DLN Soroti Kelalaian Negara dan Tanggung Jawab Korporasi

Selasa, 8 September 2026 - 17:45 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Berita Terbaru