Pendapatan APBD Lampung Capai Rp2,2 Triliun Realisasi APBD 2025

Minggu, 11 Mei 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, (Dinamik.id) — Pemerintah Provinsi Lampung mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Hingga 10 Mei, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp2,2 triliun atau setara 30,23% dari total anggaran. Di sisi lain, realisasi belanja daerah menyentuh angka 24,62%. Capaian ini menunjukkan kinerja fiskal Lampung yang berada di atas rata-rata nasional secara de facto.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup realisasi keuangan baik yang tercatat dalam Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) maupun yang berada di luar kas daerah.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Tim Verifikasi Lapangan KONI Pusat

Ini termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang saat ini nilainya telah melampaui Rp350 miliar.

“Pengelolaan Dana BOS memang disahkan per semester sesuai Permendagri. Namun, secara de facto, dana tersebut telah digunakan dan masuk dalam perhitungan realisasi pendapatan dan belanja,” ujar Marindo, Sabtu, 10 Mei 2025.

Ia juga menegaskan, apabila seluruh komponen tersebut telah terlaporkan secara resmi ke Kementerian Dalam Negeri, maka posisi realisasi APBD Provinsi Lampung akan tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga :  Pastikan Tepat Sasaran, Pj Bupati Pringsewu Marindo Kawal Bantuan Ikan Konsumsi ke Masyarakat

“Jika total angka ini sudah dikonsolidasikan dan disampaikan secara menyeluruh, kita akan lihat Lampung unggul dalam realisasi APBD,” tambahnya.

Selain dari sisi pencapaian realisasi, kinerja pengelolaan keuangan Provinsi Lampung juga dinilai efisien dan optimal. Salah satu indikatornya adalah saldo kas daerah yang setiap hari tidak melebihi 0,03 persen. Artinya, penerimaan keuangan daerah langsung disalurkan untuk belanja dan pelayanan publik, tanpa mengalami penumpukan dana di kas.

Baca Juga :  BPKAD Berkomitmen Dukung KNPI Lampung Pacu Pemuda Lampung Berjaya

“Hal ini mencerminkan optimalisasi penggunaan anggaran guna mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Marindo.

Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Tidak hanya mempercepat laju pembangunan, kebijakan fiskal yang disiplin dan terarah ini juga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global.(pin)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026
Pemprov Lampung Minta Masyarakat Sampaikan Data Akurat di Sensus Ekonomi 2026
Pemprov Lampung Tegaskan Status Lahan Ryacudu, Marindo: Ini Penjelasan Duduk Persoalannya!
SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur
RELIMA Lampung Dorong Buku Perpustakaan Lebih Bermakna Lewat Gerakan Read Aloud
Sinergi RSUD Abdul Moeloek-KAI: Membawa Asa Sehat Lewat Jalur Rel
Tindaklanjuti Arahan Kemendagri, Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Nobar Piala Dunia 2026
Wagub Jihan Luncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Lampung

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Pemprov Lampung Minta Masyarakat Sampaikan Data Akurat di Sensus Ekonomi 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Status Lahan Ryacudu, Marindo: Ini Penjelasan Duduk Persoalannya!

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:59 WIB

SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:53 WIB

RELIMA Lampung Dorong Buku Perpustakaan Lebih Bermakna Lewat Gerakan Read Aloud

Berita Terbaru

Provinsi

Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:56 WIB