Sekdakab Lampura Geram Mengetahui TOS Kumuh Bak Hutan Kota

Senin, 13 April 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara, (Dinamik.id) – Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) yang seharusnya menjadi kawah candradimuka para seniman, kini resmi berganti rupa menjadi hutan kota belukar yang menyeramkan. Kondisi taman olah seni saat ini justru dibiarkan membusuk tampak atap panggung utama runtuh, sampah berserakan, dan semak belukar tumbuh subur hingga menjalar ke panggung yang dulu sakral bagi para musisi dan seniman teater dan bahkan mirisnya saat malam TOS gelap gulita kerap dijadikan untuk muda-mudi memadu kasih.

Baca Juga :  718 Peserta CPNS Bandar Lampung Tak Lulus Passing Grade

​Diketahui TOS dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampura, akan tetapi keberadaan TOS dibiarkan liar tak ubahnya seperti rumput liar yang menutupi tempat para seniman Lampura berkumpul.
Sekretaris Daerah Lampura Intji Indriati yang mengetahui itu sontak “menjewer” Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Sekda mendesak Disbudpar untuk tidak lagi tidur dan segera menyusun agenda konkret,”Saya mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar lebih proaktif. TOS harus kembali menjadi pusat kreativitas,” tegas Sekda dengan nada yang menyiratkan ketidakpuasan mendalam atas kelesuan Dinas terkait.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-78, Kapolres Mesuji Silaturahmi di Kediaman Purnawirawan Polri

Sekda Intji menegaskan, TOS harus segera menjadi pruoritas Dinas terkait,”Kembali saya minta kepada Disbudpar untuk segera melakukan pembenahan dan mengaktifkan kreatifitas seni disana,”tegasnya.
Pembiaran TOS hingga menjadi hutan di tengah kota bukan sekadar masalah teknis pemeliharaan, melainkan simbol kegagalan Disbudpar dalam menjaga warisan budaya. Jika anggaran miliaran rupiah hanya menghasilkan reruntuhan dan semak belukar, maka publik berhak menuntut transparansi: Apakah anggaran tersebut dinikmati untuk memajukan seni, atau habis hanya untuk rutinitas birokrasi yang tidak berdampak? (Redaksi)

Berita Terkait

Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off
Klasika Lampung Soroti Minimnya Ruang Edukasi dalam Festival Krakatau 2026
Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Kadin Lampung Bahas Penguatan Sertifikasi Tenaga Kerja Bersama Komisioner BNSP
Warga Bangun Lagi Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pemda Wujudkan Jembatan Permanen
PAC GP Ansor Bangunrejo Gelar Diklatsar Banser, Cetak Kader Militan Berjiwa Aswaja
Mukhlis Basri Bangga Kembar Siam Asal Krui Lolos Universitas Indonesia: Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang
IKBI PTPN I Dorong Keluarga Jadi Mitra Strategis Transformasi Perusahaan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:53 WIB

Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

Klasika Lampung Soroti Minimnya Ruang Edukasi dalam Festival Krakatau 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:25 WIB

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Senin, 20 Juli 2026 - 14:32 WIB

Kadin Lampung Bahas Penguatan Sertifikasi Tenaga Kerja Bersama Komisioner BNSP

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:45 WIB

Warga Bangun Lagi Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pemda Wujudkan Jembatan Permanen

Berita Terbaru

Provinsi

SIARAN PERS Ketua DPD KNPI Lampung Timur

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:59 WIB