Sekdakab Lampura Geram Mengetahui TOS Kumuh Bak Hutan Kota

Senin, 13 April 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara, (Dinamik.id) – Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) yang seharusnya menjadi kawah candradimuka para seniman, kini resmi berganti rupa menjadi hutan kota belukar yang menyeramkan. Kondisi taman olah seni saat ini justru dibiarkan membusuk tampak atap panggung utama runtuh, sampah berserakan, dan semak belukar tumbuh subur hingga menjalar ke panggung yang dulu sakral bagi para musisi dan seniman teater dan bahkan mirisnya saat malam TOS gelap gulita kerap dijadikan untuk muda-mudi memadu kasih.

Baca Juga :  Wujudkan Tertib Lalu Lintas Sejak Usia Dini, Satlantas Polres Mesuji Gelar Polsana

​Diketahui TOS dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampura, akan tetapi keberadaan TOS dibiarkan liar tak ubahnya seperti rumput liar yang menutupi tempat para seniman Lampura berkumpul.
Sekretaris Daerah Lampura Intji Indriati yang mengetahui itu sontak “menjewer” Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Sekda mendesak Disbudpar untuk tidak lagi tidur dan segera menyusun agenda konkret,”Saya mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar lebih proaktif. TOS harus kembali menjadi pusat kreativitas,” tegas Sekda dengan nada yang menyiratkan ketidakpuasan mendalam atas kelesuan Dinas terkait.

Baca Juga :  Hari Ke 2 Pasar Murah Yang Digelar Pemkab Mesuji, Sembako Ramai Di Serbu Masyarakat

Sekda Intji menegaskan, TOS harus segera menjadi pruoritas Dinas terkait,”Kembali saya minta kepada Disbudpar untuk segera melakukan pembenahan dan mengaktifkan kreatifitas seni disana,”tegasnya.
Pembiaran TOS hingga menjadi hutan di tengah kota bukan sekadar masalah teknis pemeliharaan, melainkan simbol kegagalan Disbudpar dalam menjaga warisan budaya. Jika anggaran miliaran rupiah hanya menghasilkan reruntuhan dan semak belukar, maka publik berhak menuntut transparansi: Apakah anggaran tersebut dinikmati untuk memajukan seni, atau habis hanya untuk rutinitas birokrasi yang tidak berdampak? (Redaksi)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker
14 Tahun Mengabdi, D19DAYA Bersama KPK RI dan IPDN Perkuat Integritas Budaya Kerja ASN
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Pangdam XXI/RI Imbau Warga Tetap Tenang, Siaga Pasukan Hadapi Aktivitas Anak Krakatau
Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK
Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta Basarnas dan SAR Siaga Penuh Respon Erupsi GAK
BMKG Identifikasi Sebaran Abu Vulkanik GAK dari Banten, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:45 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Selimuti Pesisir Pesawaran, IJP Lampung Bagikan 1.000 Masker

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Senin, 7 September 2026 - 23:02 WIB

Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah

Minggu, 6 September 2026 - 21:03 WIB

Pangdam XXI/RI Imbau Warga Tetap Tenang, Siaga Pasukan Hadapi Aktivitas Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 13:31 WIB

Anggota Komisi V DPR Aprozi Alam Minta BMKG Update ‘Real Time’ Perkembangan Erupsi GAK

Berita Terbaru