Bandar Lampung, (dinamik.id) — Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak, Sabtu (16/5/2026). Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II, Mikdar Ilyas, menilai peresmian Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Ia optimistis koperasi tersebut dapat berjalan sesuai harapan, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa sekaligus menampung hasil produksi pertanian dan peternakan warga.
Menurutnya, selama ini banyak petani mampu menghasilkan produk, namun mengalami kesulitan dalam pemasaran. Kondisi itu membuat petani bergantung pada pengepul dengan harga yang kerap tidak menguntungkan.
Kehadiran koperasi diharapkan mampu memutus rantai tersebut dengan menyediakan sistem distribusi yang lebih adil dan terkelola.
“Manajer koperasi sudah melalui proses seleksi dan pembinaan. Kita harapkan mereka mampu membantu memasarkan hasil produksi masyarakat sehingga ekonomi desa mulai tumbuh,” ujarnya, Senin (18/5/2026)
Anggota Fraksi Gerindra Lampung ini juga menambahkan, jika koperasi berjalan optimal, pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan mulai bergerak dari desa. Hal ini dinilai dapat mengurangi angka perantauan pemuda karena peluang kerja tersedia di daerah masing-masing.
“Kalau dulu ekonomi tumbuh di kota-kota besar, ke depannya akan tumbuh mulai dari desa-desa sehingga ini akan mengurangi pemuda-pemuda yang mau Merantau keluar daerah untuk mencari pekerjaan karena di daerah sini sudah tersedia,” imbuhnya.
Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kebutuhan pangan bergizi di tingkat kecamatan.
Namun demikian, Mikdar menyoroti masih adanya kendala di sejumlah desa, khususnya terkait ketersediaan lahan untuk operasional koperasi. Ia menilai, daerah yang tidak menyiapkan lokasi akan mengalami kerugian besar.
“Ini peluang besar. Koperasi mendapat dukungan, termasuk akses pinjaman modal kerja dengan bunga rendah. Kalau tidak dimanfaatkan, tentu jadi kerugian bagi desa,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah desa dan daerah untuk segera menyiapkan sarana pendukung agar program koperasi dapat berjalan maksimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Amd)










