Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara, (Dinamik.id) – Sebuah prosesi adat yang sarat makna berlangsung di Kabupaten Lampung Utara, Kamis (9/7/2026). Melalui tradisi Angkon Muakhi, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung, khususnya komunitas adat Abung Siwo Migo.

Pengangkatan tersebut dilakukan melalui rangkaian prosesi Pengangkenan dan Pengguain oleh tokoh masyarakat Lampung Utara, Ansyori Sabak bergelar Suttan Rajo Putra Negara, di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan.

Prosesi ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada Kristomei Sianturi, tetapi juga menegaskan bahwa ikatan persaudaraan dalam adat Lampung dibangun atas dasar komitmen, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya, tanpa memandang asal-usul suku.

Dalam upacara tersebut, Kristomei diterima sebagai warga adat Pungguk Lama, Kebumian Suttan Rajo Putra Negara, Suku Agung Kampung Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur. Ia kemudian memperoleh gelar Raja Satria Negara melalui prosesi Megawo Adat Lampung (Khuruk), yang dilanjutkan dengan prosesi Menggawo Bumi (Turun Mandei) dengan juluk Pangeran Satria Negara.

Baca Juga :  IWO Lampung Terima Penghargaan Anugerah Be Strong dari Universitas Lampung

Sementara itu, istrinya, Desi Asti Megasari, juga dianugerahi gelar adat. Dalam prosesi Megawo Adat, ia menerima gelar Ratu Ibu Pertiwi, yang nantinya akan dilanjutkan dengan penyematan juluk Pangeran Ratu Ibu Pertiwi pada prosesi Turun Mandei.

Tokoh adat Pungguk Lama, Ibnu Hajar bergelar Suttan Guttei Sang Rateu, menjelaskan bahwa Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni adat. Menurutnya, seseorang yang telah diangkat menjadi saudara adat memiliki ikatan moral untuk menjaga kehormatan keluarga besar adat serta ikut melestarikan nilai-nilai budaya Lampung.

“Pengangkatan ini membawa konsekuensi tanggung jawab. Gelar adat bukan hanya penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga persaudaraan dan marwah adat,” ujarnya.

Ansyori Sabak mengatakan, pengangkatan Kristomei Sianturi memiliki arti penting karena Pangdam XXI/Radin Inten lahir dan besar di Lampung Utara meskipun berasal dari keturunan Batak. Melalui prosesi tersebut, statusnya sebagai bagian dari masyarakat adat Lampung memperoleh pengakuan secara resmi.

Baca Juga :  Yanuar Irawan Nahkodai Percasi Provinsi Lampung

Ia berharap peristiwa itu menjadi pesan bagi generasi muda bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang dapat dipersatukan melalui nilai-nilai budaya lokal.

Dalam sambutannya, Kristomei Sianturi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Lampung Utara karena menghabiskan masa kecil hingga remaja di daerah tersebut.

“Air pertama yang saya minum adalah air Lampung Utara. Hari ini, ikatan batin itu mendapatkan pengakuan melalui adat. Saya bersyukur dan merasa terhormat menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung,” katanya.

Ia berharap hubungan yang telah terjalin melalui prosesi Angkon Muakhi dapat terus dipelihara sebagai bentuk persaudaraan yang berkelanjutan.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menilai Angkon Muakhi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hamartoni juga mengajak Kristomei Sianturi untuk terus menjaga hubungan dengan kampung halamannya dan bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Lampung Utara.

Baca Juga :  Tim Monitoring dari Divisi IV yang Dipimpin Adi Erlansyah Pantau Pelaksanaan PPKM dan Penanganan Covid-19 di Kota Metro

Setelah prosesi pengangkatan saudara, rangkaian adat dilanjutkan dengan Sewarei, yakni penguatan hubungan kekeluargaan. Dalam kesempatan itu juga dicanangkan hubungan persaudaraan adat antara Pangeran Satria Negara dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang bergelar Suttan Tihang Negara.

Pencanangan serupa juga dilakukan kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mantan Bupati Lampung Tengah, Mustofa, serta Ketua BEM Universitas Lampung, Aditiya Putra Bayu.

Kehadiran unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa adat Lampung masih memiliki peran penting sebagai ruang pemersatu berbagai elemen masyarakat.

Rangkaian Angkon Muakhi dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (11/7/2026) melalui prosesi Turun Mandei yang akan digelar di kawasan wisata Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan. Prosesi tersebut menjadi penutup sekaligus penyempurna pengangkatan Kristomei Sianturi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung.(*)

Berita Terkait

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir
Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan
BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu
Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat
Kanwil Kemenag Lampung Optimalkan Layanan Digital Nikah
Maulid Nabi 1448 H, Kemenag Lampung Tekankan Keteladanan Rasulullah dalam Pelayanan
Muktamar NU Ke-35, Mbak Khoir: PKB dan NU Satu Akar, Satu Cita-Cita, Satu Napas Perjuangan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Wonosari Hadirkan Wisata Edukasi dari Kebun ke Cangkir

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Dapur SPPG Ambarawa 3 Muncul Bau Menyengat, Standar Higiene Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 21:31 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Anggota DPRD Bandar Lampung YI Naik Penyidikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:03 WIB

BBM Solar Langka, Antrian Mengular, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 23:16 WIB

Rumah Lunas Sejak 2002, Nasabah Pertanyakan BTN Tak Kunjung Berikan Sertifikat

Berita Terbaru



Produk hasil kolaborasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 dan IPB University berbahan baku tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk berbasis komposit ramah lingkungan (green composite). Serat tandan kosong dikembangkan menjadi material biomaterial bernilai tambah untuk berbagai kebutuhan, antara lain helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ekonomi dan Kreatif

KEREN GUYZZ!!! PTPN I dan IPB Kembangkan Tankos Jadi Produk Komposit

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:21 WIB