Pemkab Tubaba Evaluasi Kinerja TP2TB Usai Temuan BPK soal Penanganan Tuberkulosis

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANGBAWANG BARAT (dinamik.id)-Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pelaksanaan kegiatan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) yang dinilai belum berjalan maksimal dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Tubaba, Ir Iwan Mursalin, menegaskan penanggulangan penyakit tuberkulosis tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah tergabung dalam tim TP2TB.

Menurutnya, setiap OPD yang telah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari tim harus memahami tugas dan fungsi masing-masing agar upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis dapat berjalan efektif.

Baca Juga :  Penerima Bansos Matra di Tubaba 2022 Menurun

“Penanggulangan tuberkulosis bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja. Semua OPD, kecamatan yang tergabung dalam tim harus bergerak dan berperan aktif, terutama dalam melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran penyakit tersebut kepada masyarakat,” ujar Iwan, Selasa (10/3/26).

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman tugas oleh setiap OPD agar tidak terjadi ketidaksiapan dalam pelaksanaan program yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pj Bupati Tubaba Berikan Arahan saat Evaluasi Pejabat Eselon III

“Jangan sampai sudah diberikan SK kepada masing-masing OPD, tetapi tidak memahami tugas dan fungsinya. Jika nanti ada evaluasi kembali dari BPK, nilainya bisa langsung jatuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan meminta seluruh pihak untuk menindaklanjuti secara serius setiap poin yang menjadi temuan BPK. Ia menekankan bahwa langkah perbaikan harus segera dilakukan, termasuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit tuberkulosis serta cara pencegahannya.

Baca Juga :  Program MBG Launching di Kecamatan Tanjung Raya Mesuji

Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi antar instansi menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan penyakit yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat tersebut.

“Yang terpenting adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar anggota tim. Dengan kerja sama yang baik, penanganan tuberkulosis dapat berjalan lebih maksimal, termasuk dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit ini,” pungkasnya. (Rsd)

Penulis : Rosid

Editor : Eka Setiawan

Berita Terkait

DPMPTSP Sebut Billboard di Jalan Ahmad Yani Pringsewu Belum Berizin, Diduga Milik Anggota DPRD Lampung
PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Perkuat Hilirisasi Perkebunan
Gubernur Lampung Pastikan Pantau Secara Berkala Kondisi Satwa di TNWK
Pilkakon Tanjung Dalam Ricuh, Penghitungan Suara Dihentikan
Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung
Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polres Mesuji Bagikan Sembako
Udara Bandar Lampung Aman, Warga Diimbau Tetap Jaga Kesehatan dan Lingkungan
Bupati Pringsewu Resmikan Jembatan Gantung Podosari-Sukoharjo IV Senilai Rp10 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DPMPTSP Sebut Billboard di Jalan Ahmad Yani Pringsewu Belum Berizin, Diduga Milik Anggota DPRD Lampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:51 WIB

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Perkuat Hilirisasi Perkebunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Pilkakon Tanjung Dalam Ricuh, Penghitungan Suara Dihentikan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Wira dan Adi Jadi Kandidat Pertama di Penjaringan PWI Lampung

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polres Mesuji Bagikan Sembako

Berita Terbaru

Pemerintahan

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Perkuat Hilirisasi Perkebunan

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:51 WIB