Mikdar Ilyas Desak Kebijakan Pro-Rakyat untuk Atasi Ketimpangan Ekonomi Lampung

Senin, 13 April 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung, (Dinamik.id) – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa ketimpangan ekonomi antarwilayah di Provinsi Lampung masih menjadi persoalan serius. Hal ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang menunjukkan adanya disparitas pertumbuhan ekonomi, di mana sekitar 70 persen perputaran ekonomi terpusat di wilayah perkotaan, sementara kabupaten hanya menikmati sekitar 30 persen.

Menurut Mikdar, perputaran uang di daerah cenderung lebih kecil dibandingkan kota besar seperti Bandar Lampung. Kondisi ini berdampak pada lambatnya perkembangan usaha masyarakat di daerah.

“Ketimpangan ini harus dijawab dengan kebijakan yang mendorong produktivitas masyarakat daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  dr. Sasa Chalim Tinjau Posko Kesehatan Pastikan Layanan Optimal untuk Pemudik

Ia menilai, pemerintah daerah perlu lebih aktif menggelar pelatihan kewirausahaan agar masyarakat mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, banyak hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang masih dijual dalam bentuk mentah tanpa proses pengolahan lanjutan.

Sebagai contoh, Lampung dikenal sebagai penghasil singkong. Namun, wilayah sentra seperti Lampung Utara dan Way Kanan belum optimal dalam mengembangkan industri olahan seperti keripik singkong. Produk olahan tersebut justru lebih dikenal berasal dari Pringsewu.

Selain itu, potensi komoditas lain seperti telur bebek juga dinilai belum dimaksimalkan. Mikdar mendorong pengembangan produk olahan seperti telur asin, sebagaimana yang telah berkembang di Cirebon.

Baca Juga :  Syukron Muchtar: Pengangkatan Petugas MBG Penting, Tapi Guru Honorer Lebih Mendesak

Di era digital, ia juga menyoroti ketimpangan perkembangan UMKM antara kota dan daerah. Menurutnya, pelaku usaha di perkotaan sudah lebih adaptif, sementara di daerah masih membutuhkan dorongan, baik dari sisi pelatihan maupun kemudahan akses perizinan.

Salah satu kendala yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah proses sertifikasi, seperti label halal, yang dinilai masih belum mudah diakses. Padahal, sertifikasi tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.

Di sisi lain, persoalan infrastruktur juga menjadi faktor penghambat. Mikdar mengakui pembangunan jalan provinsi di Lampung mengalami peningkatan, namun kondisi jalan kabupaten masih banyak yang rusak akibat keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, DPRD Lampung Minta Tak Korbankan Program Pro Rakyat

“Perlu ada terobosan kebijakan agar pemerintah provinsi bisa membantu perbaikan jalan kabupaten tanpa melanggar aturan. Sinergi antar pemerintah daerah sangat diperlukan,” katanya.

Ia menambahkan, tanpa perbaikan infrastruktur yang merata, upaya peningkatan ekonomi daerah akan sulit tercapai. Masyarakat, lanjutnya, hanya membutuhkan akses jalan yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan kebijakan yang tepat, ketimpangan ini bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat lebih merata,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak, Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial
Langgar Edaran, Elly Wahyuni Desak Disdik Tindak Tegas Sekolah yang Paksa Beli Seragam
Wahrul Fauzi Siap Maju Ketua Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM
Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Sulit Diturunkan, DPRD Minta Evaluasi
Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program
DPRD Lampung Minta Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi
Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:26 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Gerakan Ayah Antar Anak, Ingatkan Jangan Sekadar Seremonial

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:12 WIB

Langgar Edaran, Elly Wahyuni Desak Disdik Tindak Tegas Sekolah yang Paksa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:06 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Ketua Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Senin, 6 Juli 2026 - 15:00 WIB

Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Sulit Diturunkan, DPRD Minta Evaluasi

Senin, 22 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tanggapi Demo Relawan MBG, Giri Akbar: Evaluasi Implementasi, Bukan Hentikan Program

Berita Terbaru

Tulangbawang Barat

Pemkab Tubaba Gandeng Kejari Perkuat Pengawasan dan Pencegahan Korupsi

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:32 WIB