Munir Turun ke Desa, Maraton Serap Aspirasi Pembangunan Jalan Hingga Beasiswa

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah, (Dinamik.id) — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) VII Lampung Tengah, Munir Abdul Haris, S.Sos.I., melaksanakan kegiatan reses maraton pada 26 Februari hingga 5 Maret 2026 di sejumlah desa di Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan reses tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Balai Dusun III Sendangmulyo, SMK Ma’arif Kalidadi, SMK Ma’arif 8 Linggapura, Nyokangharjo, Mataram Jaya, Jatidatar, Srimulyo, Sridadi, Sri Purnomo, Bangun Rejo, Sendangrejo, dan Sukosari.

Dalam berbagai kesempatan tersebut, Munir juga membagikan secara simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Fraksi PKB kepada siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK di wilayah yang dikunjungi.

Selain itu, Munir turut mensosialisasikan rencana pembangunan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun anggaran 2026.

Baca Juga :  Pansus DPRD Lampung Tegaskan Rekomendasi LHP BPK Wajib Ditindaklanjuti

“Alhamdulillah, berkat kekompakan 12 anggota DPRD Provinsi Lampung lintas fraksi dari Dapil VII Lampung Tengah, serta komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, tahun ini pembangunan jalan provinsi di Lampung Tengah mendapatkan anggaran terbesar dibandingkan 14 kabupaten/kota lainnya,” ujar Munir.

Adapun beberapa ruas jalan yang akan dibangun antara lain:
1. Ruas Kalirejo–Pringsewu sepanjang 2,5 km dengan anggaran Rp25 miliar.
2. Ruas Bandar Jaya–Mandala sepanjang 10 km dengan anggaran Rp100 miliar
3. Ruas Wates–Metro sepanjang 1,5 km dengan anggaran Rp15 miliar
4. Ruas Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang 6 km dengan anggaran Rp60 miliar
5. Ruas Padang Ratu–Penurun Udik sepanjang 4 km dengan anggaran Rp40 miliar
6. Ruas Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 7 km dengan anggaran Rp70 miliar.

Baca Juga :  Peduli Pedagang Kaki Lima, Deni Ribowo Salurkan Alat Bantu Dengar

Total pembangunan tersebut mencapai 31 kilometer dengan nilai anggaran sekitar Rp310 miliar. Munir menjelaskan, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya sekitar Rp97 miliar.

“Alhamdulillah tahun ini anggarannya hampir tiga kali lipat. Kami berharap sebelum 2029 seluruh ruas jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah sudah bisa dicor beton,” katanya

Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil VII Lampung Tengah berkomitmen untuk terus mengawal program pembangunan di wilayah tersebut.

“Kami 12 anggota DPRD Provinsi dari Dapil VII Lampung Tengah kompak memperjuangkan dan mengawal program pembangunan provinsi agar usulan pembangunan di Lampung Tengah bisa maksimal,” tambahnya.

Dalam kegiatan reses tersebut, Munir juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Di antaranya usulan perbaikan jalan lingkungan menuju akses pendidikan dan pondok pesantren, jalan menuju area pertanian, permintaan akses beasiswa kuliah, perbaikan rumah ibadah, bantuan stimulus peternakan, hingga persoalan izin pertambangan rakyat.

Baca Juga :  DPRD Lampung Apresiasi Penindakan Tambang Ilegal, Minta Tata Kelola Dibenahi

Selain itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait pembangunan jalan yang diduga tidak sesuai spesifikasi serta keresahan terhadap maraknya peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Munir berjanji akan menindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung.

“Apa yang Bapak dan Ibu sampaikan akan saya jadikan pokok-pokok pikiran untuk disampaikan kepada stakeholder terkait. Saya juga akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Mufid

Editor : Pina

Berita Terkait

Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi
Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’
40 Tahun Menggantung, DPRD Lampung Janji Kawal Penyelesaian Konflik Waydadi
Ghofur Soroti Risiko Pasir Laut dalam Proyek Infrastruktur, Desak Pemerintah Lakukan Verifikasi
HIV Meningkat di Pringsewu, Syukron Muchtar Minta Pengawasan Digital Diperketat
DPRD Lampung Soroti Peran Koperasi Merah Putih dan Kendala Lahan di Desa
DPRD Lampung Minta Pengawasan Ketat Lapak Kurban Pinggir Jalan
Dewi Mayang Sari Djausal Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:46 WIB

Komisi II DPRD Lampung Tekankan Koperasi Merah Putih Bukan Etalase Korporasi, Apalagi Dikorupsi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:28 WIB

Komisi IV DPRD Atensi Pembangunan Jalan Pringsewu-Pardasuka ‘Mangkrak’

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

40 Tahun Menggantung, DPRD Lampung Janji Kawal Penyelesaian Konflik Waydadi

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:03 WIB

Ghofur Soroti Risiko Pasir Laut dalam Proyek Infrastruktur, Desak Pemerintah Lakukan Verifikasi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:37 WIB

HIV Meningkat di Pringsewu, Syukron Muchtar Minta Pengawasan Digital Diperketat

Berita Terbaru

Berita

BRN Siap Kawal Presiden ke-7 Menyapa Masyarakat Lampung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:44 WIB